fungsi tensioner

Pengertian, Fungsi Tensioner, dan Jenis-Jenisnya

Tensioner merupakan salah satu komponen yang cukup urgent fungsinya pada kendaraan. Komponen ini sering diabaikan keberadaannya padahal sangat penting sehingga Anda harus merawatnya secara rutin Berikut beberapa fungsi tensioner yang harus Anda ketahui.

Pengertian Komponen Tensioner

Tensioner sendiri merupakan salah satu komponen yang penting untuk rantai keteng. Adanya tensioner akan membuat kendaraan Anda menjadi lebih halus saat digunakan. Komponen ini juga memiliki pengaruh yang penting dalam memaksimalkan kinerja mesin.

Fungsi Komponen Tensioner Pada Kendaraan

Fungsi utama dari tensioner adalah untuk memperlancar kinerja dari rantai keteng. Rantai keteng sendiri berfungsi untuk menyalurkan putaran yang berasal dari cramshaft. Putaran yang diterima rantai kemudian bergerak menuju camshaft pada bagian kepala sendiri.

Fungsi lainnya adalah untuk menjaga kestabilan rantai keteng karena jika tidak ada tensioner maka komponen lain pada kendaraan akan menghasilkan kinerja yang buruk. Akibatnya, kendaraan Anda akan menghasilkan suara yang tidak enak didengar dan sangat berisik.

Selain itu, akan muncul juga beberapa masalah lain seperti gir nokes as pada motor akan berpindah tempat. Hal ini disebabkan oleh rantai keteng yang terlalu kendor. Bisa juga masalah lain akan terjadi pada bagian lain yaitu piston yang terbentur payung klep sehingga motor terdengar berisik.

Jenis-Jenis Tensioner

Setelah mengetahui apa saja fungsi tensioner berikutnya Anda juga perlu mengenal jenis-jenisnya. Tensioner sendiri memiliki beragam jenis yang terpasang di kendaraan. Berikut beberapa daftarnya.

  • Semi Otomatis

Jenis yang pertama adalah tensioner semi otomatis dimana komponen yang satu ini mudah diatur daripada tipe lainnya. Pemasangannya juga tidak terlalu sulit. Untuk langkahnya, pertama Anda harus melonggarkan baut terlebih dahulu. Baut biasanya terdapat di dekat batang penegang.

Setelah itu, yang Anda harus lakukan adalah mendorong tensioner pada pegas sampai terdengar bunyi yang halus dari mesin. Jika sudah, Anda bisa mengencangkan baut kembali seperti semula.

  • Otomatis

Jenis kedua adalah tensioner otomatis yang lebih mudah lagi cara pemasangannya. Anda tidak perlu mengatur komponen lain ketika ingin meletakkan tensioner ini. Jadi, yang perlu Anda lakukan adalah  tekan batang pada pegas sampai rantai longgar, lalu pasang tensiomer.

  • Manual

Jenis tensioner lain yang agak sulit cara memasangnya adalah manual. Sesuai dengan namanya, jika Anda ingin memasangnya maka perlu melonggarkan terlebih dahulu pengunci pada mur kendaraan.

Langkah berikutnya adalah, lakukan penyetelan pada bagian mesin motor sampai tidak lagi terdengar suara buruk dari motor. Jika suara mesin sudah terdengar halus, maka itu tandanya tensioner sudah terpasang dengan baik.

Cara Pemasangan Tensioner yang Benar

Setelah Anda mengetahui bahwa tensioner itu ada 3 jenis, berikutnya akan dibahas cara memasang tensioner yang benar, langkah demi langkah. Karena fungsi transioner adalah membantu kinerja rantai keteng yang cukup penting perannya dalam kendaraan, jadi jangan sampai salah memasangnya.

  • Menyiapkan Peralatan dan Bahan Untuk Memasang Transioner

Langkah pertama, Anda harus menyiapkan terlebih dahulu peralatan dan bahan yang digunakan. Bahan yang diperlukan hanyalah perkakas dasar seperti baut, pin, obeng, kunci ring dan pengganjal.

  • Atur Stud

Berikutnya, Anda harus mengatur stud sebagai awal sebelum memasang transioner. Aturlah stud hingga sampai di titik terendahnya. Anda bisa menggunakan obeng agar lebih mudah memutarnya.

  • Memasang Rantai Keteng

Langkah berikutnya setelah melonggarkan dan menahan stud adalah memasang rantai keteng ke kendaraan Anda. Pastikan bahwa rantai keteng terpasang dengan benar di bagian badan motor. Fungsinya untuk menahan komponen agar tidak ada yang berpindah tempat.

Pencarian Populer

fungsi pengertian roller tensioner