Daftar Bantuan Kuliah Kemendikbudristek Selama Pandemi

Daftar Bantuan Kuliah Kemendikbudristek Selama Pandemi

Kemendikbudristek memberikan berbagai bentuk bantuan selama masa pandemi untuk berbagai kepentingan. Lalu, apa saja bentuk bantuan kuliah kemendikbudristek yang selama ini sudah disalurkan selama masa pandemi? Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut.

Bantuan Uang Kuliah Tunggal

Jenis bantuan kuliah pertama yang diberikan oleh kemendikbudristekdikti adalah berupa subsidi UKT. Bantuan uang kuliah tunggal ini didistribusikan kepada sekitar 419.000 mahasiswa dari perguruan tinggi negeri maupun swasta yang terdampak pandemi.

Total bantuan Uang Kuliah Tunggal yang didistribusikan kepada mahasiswa terdampak pandemi ini nilainya mencapai 2 triliun rupiah. Bantuan UKT ini akan diserahkan kepada masing-masing perguruan tinggi untuk dibagikan kepada mahasiswa dengan mekasisme sesuai kebijakan universitas.

Besaran bantuan uang kuliah tunggal untuk setiap mahasiswa yang menerima adalah sebesar 2,4 juta rupiah. Apabila besaran uang kuliah tunggal penerima sebenarnya lebih dari 2,4 juta, maka mahasiswa wajib membayar sisanya ke perguruan tinggi.

Bantuan untuk Rumah Sakit Pendidikan dan Fakultas Kedokteran

Bentuk bantuan yang diberikan oleh kemendikbudristek untuk rumah sakit pendidikan dan fakultas kedokteran adalah peralatan guna memudahkan melayani pasien. Kemendikbudristek memberikan APD, face shield, dan seaptu bot untuk tenaga medis pada rumah sakit pendidikan.

Rumah sakit pendidikan ini digunakan sebagai sarana untuk merawat pasien yang terinfeksi virus. Sementara fakultas kedokteran menjadi pusat tes guna mengatasi pandemi ini. Kemendibudristek juga memobilisai relawan yang berasal dari mahasiswa kesehatan.

Para tenaga medis dan relawan yang membantu melawan pandemi covid ini juga diberikan fasilitas berupa pusat pengembangan dan pemberdayaan pendidik dan tenaga pendidikan. Fungsi dari fasilitas tersebut adalah sebagai sarana untuk karantina.

Penerjuan Mahasiswa Sebagai Relawan

Bentuk bantuan kuliah kemendikbudristek selanjutnya adalah penerjunan mahasiswa sebagai relawan untuk membantu mengatasi pandemi. Ada pula kebijakan bahwa kegiatan relawan mahasiswa ini akan disetarakan dengan SKS yang harus ditempu pada semester bersangkutan.

Mahasiwa yang diterjunkan sebagai relawan ini berasal dari jurusan kesehatan dan fakultas kedokteran. Program penerjunan relawan ini merupakan bagian dari program kampus mengajar pada bisang kesehatan sebagai bantuan selama masa pandemi.

Bantuan kuliah yang satu ini memang tidak berbentuk keringanan finansial, namun mahasiswa bisa mengonversinya ke dalam SKS. Di samping itu, mahasiswa juga tidak harus belajar di kelas, melainkan membantu memberikan layanan pada masyarakata.

Bantuan Subsidi Kuota

Selama masa pandemi ini kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara online melalui beberapa platform yang bisa diakses melalui Hp atau komputer. Oleh sebab itu, kemendikbudristek juga mengadakan bantuan berupa subsidi kuota untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran online.

Penerima bantuan subsidi kuota dari kemendikbudristek ini adalah mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa. Setiap jenjang pendidikan tersebut mempunyai alokasi bantuan subsidi kuota yang berbeda-beda, tergantung pada kebutuhannya selama pembelajaran jarak jauh.

Bagi mahasiswa yang ingin mendapatkan subsidi kuota internet ini harus memastikan bahwa dirinya sudah terdaftar di sistem pangkalan data pendidikan tinggi. Di samping itu, mahasiswa juga harus mendaftar menggunakan nomor yang masih aktif agar bisa menerima bantuan kuoat tersebut.

Bantuan kuota ini akan mahasiswa terima adalah sebesar 15 GB setiap bulannya. Kuota yang akan didistribusikan kembali mulai bulan september ini bisa digunakan untuk mengakses mesin pencari dan berbagai aplikasi.

Bantuan kuliah kemendikbudristek tersebut dapat mahasiswa manfaatkan untuk menjalani pembelajaran jarak jauh. Di samping itu, ada berbagai kesempatan yang masuk dalam katergori bantuan kemendikbudristek agar mahasiswa bisa menjalani kuliah dengan mudah.