cara dapat bantuan kuliah

Syarat Dapat Bantuan Kuliah Pengurangan UKT

Mahasiwa perguruan tinggi negeri maupun swasta diberikan kesempatan oleh kemendikbudristek untuk mendapatkan pengurangan UKT dengan mendaftar program bantuan. Ada beberapa syarat dapat bantuan kuliah berupa pengurangan uang kuliah tunggal yang harus dipenuhi.

Persyaratan untuk mendapatkan bantuan kuliah ini bertujuan agar mahasiswa yang mendapatkan pengurangan uang kuliah tunggal tidak salah sasaran, sehingga penyalurannya tepat. Brikut ini adalah beberapa persyaratan yang harus mahasiswa penuhi apabila ingin mendapat pengurangan UKT.

Syarat Dapat Bantuan UKT

  1. Calon Penerima Mengalami Kendala Finansial

Persyaratan pertama agar mendapatkan bantuan kuliah berupa pengurangan uang kuliah tungal adalah mahasiswa atau orang tuanya sedang mengalami kendala finansial. Hal ini dibuktikan dengan persyaratan yang nantinya harus mahasiswa kumpulkan pada saat proses pendaftaran.

Pengadaan syarat ini karena bantuan pengurangan UKT bertujuan untuk membantu mahasiswa yang orang tuanya terkendala finansial akibat pandemi. Apalagi jika ternyata orang tua atau wali dari mahasiswa yang mendaftar sudah meninggal dunia.

Ada beberapa dokumen yang harus dilampirkan mahasiswa untuk memenuhi persyaratan ini. Dokumen tersebut disesuaikan dengan kondisi mahasiswa selama pandemi. Berikut adalah beberapa dokumen untuk memenuhi syarat bahwa calon penerima mengalami kendala finansial.

  • Surat keterangan PHK bagi orang tua atau wali yang mengalami pemutusan hubungan kerja selama masa pandemi
  • Surat keterangan bahwa temapat usaha orang tua atau wali mengalami kebangkrutan.
  • Surat keterangan orang tua atau wali sudah meninggal dunia
  • Surat keterangan orang tua atau wali mengalami kerugian usaha
  • Surat keterangan orang tua atau wali mengalami penurunan pendapatan
  1. Tingkatan Pendidikan Sesuai Ketentuan

Syarat dapat bantuan kuliah selanjutnya adalah tingkatan pendidikan harus sesuai dengan sasaran dari program pengurangan bantuan UKT. Jenjang perkuliahan yang saat ini menjadi sasaran adalah mahasiswa semester ganjil di perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Pada jenjang pendidikan ini selanjutnya akan diserahkan kepada perguruan tinggi masing-masing untuk mengumpulkan persyaratan beasiswa dari mahasiswa. Bantuan pengurangan UKT ini rencanya akan mulai diadakan lagi pada saat bulan september.

  1. Tidak Berstatus Sedang Menerima Beasiswa

Mahasiswa yang boleh mengajukan pengurangan uang kuliah tunggal ini adalah statusnya tidak aktif menjadi penerima beasiswa. Tujuannya adalah agar semakin banyak mahasiswa yang mendapatkan bantuan pengurangan uang kuliah tunggal.

Bagi mahasiswa yang sudah menerima beasiswa, baik dari tingkat perguruan tinggi, pemerinta daerah, kemendikbudristek, maupun intansi lain, maka tidak boleh mendaftarkan diri. Bagi mahasiwa yang mendapatkan beasiswa tetapi mendaftarkan diri, maka tidak akan menerima pengurangan UKT.

Status penerimaan beasiswa mahasiswa ini akan dilacak kemendikbudristek yang bekerja sama dengan perguruan tinggi. Hal ini karena seleksi mahasiswa yang berhak menerima bantuan kuliah berupa penurunan uang kuliah tunggal ini dilaksanakan mulai dari tingkatan perguruan tinggi.

Berapa Bantuan yang Akan Diproleh Mahasiswa?

Lalu, berapa sebenarnya bantuan yang akan diterima mahasiswa apabila lolos menjadi penerima pengurangan UKT dari kemendikbudristek ini? Setiap mahasiswa yang menerima pengurangan UKT akan mendapatkan bantuan dengan nominal sama besar, yaitu 2,4 juta rupiah.

Apabila ternyata uang kuliah tunggal mahasiswa nominalnya sebesar 2,4 juta rupiah, maka tidak perlu memabayarkan UKT lagi. Apabila UKT mahasiswa lebih rendah dari 2,4 juta rupiah, maka sisa bantuan pengurangan tersebut tidak boleh diambil dan disalurkan kepada nama lain yang juga membutuhkan.

Bagi mahasiswa yang UKT-nya lebih dari 2,4 juta rupiah, maka harus membayar sisanya setelah dikurangi dengan bantuan tersebut. Waktu pembayaran sisa UKT ini akan mengikuti kebijakan masing-masing universitas.

Syarat dapat bantuan kuliah berupa penurunan UKT ini sebenarnya tidak terlalu rumit bagi mahasiswa. Dokumen yang harus dipersiapkan juga relatif mudah didapatkan apabila mahasiswa memang mengalami kondisi tersebut.